Sunday, February 27, 2005

Manbaracota*

oleh Suprijadi Tomodihardjo

Hanya karena riap-riap rambutnya
Hanya karena lusuh celana-bajunya
Hanya karena hanya
mondar-mandir hingga malam di Kayutangan
orang menuduh dia seniman
Tas yang selalu dikepitnya berisi kertas
terserak ketika rebah terkapar
dalam bayangan patung Chairil Anwar

Man! Manbaracota! Kenapa kau, Man? —
risau seorang teman
Mulutnya menganga tapi tak menjawabnya
hingga kembali siuman. Katanya:
— Jangan risaukan
Aku cuma lupa makan —
Manbaracota bangkit kembali
berdiri sambil mengunyah kertas
lalu kembali melangkah menjelajahi kota
dengan kepercayaan luar-biasa:
di kota Malang
makan sajakpun penyair kenyang

Porz, 3 Sept. 2000


*Manbaracota - seorang seniman tanpa karya, terkenal di kota Malang sekitar tahun 50-an. Tak jelas bidang seninya kecuali bicara dan bicara tentang apa saja: seni lukis, drama, filsafat dan sastra, terutama puisi. Beliau wafat awal 1965.

1 Comments:

At 9:19 AM, Blogger Darwis said...

Maaf pak, boleh saya lebih mendapatkan informasi yang cukup mengenai "Manbaracota" ini. Bapaktua saya menggunakan alias manbaracota ini dahulu, berdomisili di Surabaya. Meninggal sekitar tahun 1965, dikuburkan di pemakaman Kembang Kuning Surabaya. Saya belum pernah mengenal beliau, tapi penting buat saya membangun tali silaturahmi dengan keluarganya. Mudah-mudahan Manbaracota yang bapak maksud adalah sosok yang sama dengan manbaracota yang saya maksud.
Terima kasih.
Darwis Tambunan

 

Post a Comment

<< Home