Manrobuka
— Manrobuka
Katakan, Tuhanmu siapa! –
Cerita itu telah setua nenek-moyangnya
yang menanam pohon-pohon gurda di ladang-ladang
dengan akar-akar yang kini kekar menjalar
melilit tulang-belulang
— Manrobuka
Katakan, Tuhanmu siapa! –
Kini ia mendengarnya sendiri dalam singgah
berteduh di bawah pohon-pohon nenek-moyangnya
yang menjulurkan sulur-sulur
mencoba membelai tubuhnya yang dingin
dengan rasa belas-kasihan yang sia-sia
padanya yang dibunuh
oleh alpa dan dengki
saudara-saudaranya sendiri
— Manrobuka
Katakan, Tuhanmu siapa! –
Belum pernah ia siap menjawab
Kini tiba-tiba mendengarnya
tanpa tahu nama malaekatnya
Ia terkejut tapi bungkam
sambil tetap berbaring tenteram
merasa sangat berbahagia:
ia hanya bermimpi hidup kembali
di antara saudara-saudara setanahairnya
yang kelewat kejam
Porz, 3 Sept. 2000
Suprijadi Tomodihardjo


0 Comments:
Post a Comment
<< Home