Sunday, February 27, 2005

Medan

oleh Agam Wispi

inilah malam-pengantinmu
Keringat campur madu berdebu

tiga windu rindu terpendam
darah menggelegak bergumul di ranjang
gunung-api meledak mencurahkan lahar percintaan

medan, inilah malam-pengantinmu
katup bibir yang menjerit bahagia
aku cinta padamu, katanya, bawalah aku meski ke neraka
sayang tak bisa, kataku, aku perantau terlunta-lunta

dan dipeluknya aku kuat-kuat
amboi, malam begitu ketat,begitu dahsyat
dan kuhirup kulumat seluruh madu percintaan
sampai bintang-bintang berjatuhan,sampai bintang-bintang berguguran


Medan, Selasa 23-7-1996.

0 Comments:

Post a Comment

<< Home