ANXIETAS PENYAIR
oleh Nanang Suryadi
sepertinya,
kau rasakan juga dingin ini sebagai simbol kenangan kita,
sebagaimana telah dirayakan kekalahan-demi kekalahan yang menikami tubuh.
dan berderailah tawa atau tangis,
karena airmata tetap membasah pada pelupuk mata.
usahlah lagi ditanyakan untuk apa kita di sini,
menikmati hari-hari membisu atau hiruk pikuk yang menggedor-gedor kepala dan dada.
anxietas yang menggigilkanmu telah menciptakan cerita-cerita dalam pertemanan ganjil.
sebagai seorang pertapa namun hendak menyetubuhi bintang dan rembulan.
memanggil bapak dan ibu dengan keparauan kanak.
kesunyian yang tak dimengerti artinya.
juga sebuah cita-cita?
Malang, 1997


0 Comments:
Post a Comment
<< Home